Kamis, 22 September 2016

mayoritas tersesat

::::::::::::::::::::::::::::::

��❌⚡ *TIDAK TERTIPU DENGAN JUMLAH MAYORITAS..TOLAK UKURNYA ADALAH ���� BENAR ATAU BATHIL*❗

::::::::::::::::::::::::::::::

�� Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata :

�� *“Tidak boleh tertipu dengan jumlah mayoritas, karena jumlah mayoritas terkadang di atas kesesatan.*

�� Allah subhanahu wa ta’la berfirman :

وَإِن تُطِعۡ أَكۡثَرَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ١١٦

“Dan jika kamu menuruti mayoritas orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah subhanahu wa ta’la).” (al-An’am: 116)

�� Jika kita melihat bahwa mayoritas penduduk bumi berada dalam kesesatan, maka janganlah tertipu dengan mereka.

⚠ ```Jangan pula engkau katakan, ‘Sesungguhnya orang-orang melakukan demikian, mengapa aku bersikap eksklusif tidak sama dengan mereka?’.”```

�� al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, 1/106

::::::::::::::::::::::::::::::

�� Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan berkata :

✅�� *“Maka tolak ukurnya bukanlah banyaknya pengikut suatu mazhab atau perkataan, namun tolak ukurnya adalah benar ataukah bathil. Selama ia benar walaupun yang mengikutinya hanya sedikit atau bahkan tidak ada yang mengikutinya, maka itulah yang harus dipegang (diikuti), karena ia adalah keselamatan. Selamanya, sesuatu yang bathil tidaklah terdukung (menjadi benar, pen.) karena banyaknya orang yang mengikutinya. Inilah tolak ukur yang harus selalu dipegangi oleh setiap muslim.”*

�� ```Beliau juga berkata, “Maka tolak ukurnya bukanlah banyak (mayoritas) ataupun sedikit (minoritas), bahkan tolak ukurnya adalah al-haq (kebenaran). Barang siapa di atas kebenaran—walaupun sendirian—maka ia benar dan wajib diikuti. Jika mayoritas (manusia) berada di atas kebathilan maka wajib ditolak dan tidak boleh tertipu dengannya. Jadi tolak ukurnya adalah kebenaran. Oleh karena itu, para ulama berkata, ‘Kebenaran tidaklah dinilai dengan orang, namun oranglah yang dinilai dengan kebenaran. Barang siapa di atas kebenaran maka ia wajib diikuti’.”```

�� Syarh Masail al-Jahiliah, hlm. 61

�� Ditulis oleh al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc. hafizhahullah - Menggugat Hukum Mayoritas - Majalah Asy Syariah online

������������
�� Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
�� ©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah
➖➖➖➖➖➖

hak suami istri

⛵��  KEWAJIBAN DAN HAK SUAMI TERHADAP ISTRINYA

Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari _hafizhahullah_ berkata:

�� Wajib atas SUAMI untuk,

✔menafkahi istrinya,
✔ ia tidak membebani perintah yang di luar kemampuan sang isteri,
✔ memberi tempat tinggal yang layak bagi sang istri,
✔ mengajari ilmu agama yang bisa menegakkan keislamannya,
✔ cemburu terhadapnya dengan cemburu yang syar'i,
✔ memberi penjagaan yang sempurna,
✔ tidak mengkhianatinya,
✔ berinteraksi dengan cara yang baik.

Allah Ta'ala berfirman:

(فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ ۗ َ)

_"Ditahan untuk diperistri dengan baik, atau dilepas (dicerai, pen) dengan cara yang baik pula"._ [Surat Al-Baqarah 229]

Rasulullah _shalallahu alaihi wa sallam_ bersabda:

اِسْتَوْصَوْا بِالنِسَاءِ خَيْرًا

_"Berwasiatlah kebaikan terhadap kaum wanita (para istri, pen)"._

Rasulullah _shalallahu alaihi wa sallam_ ditanya:

_"Apa hak istri salah seorang dari kami atas suaminya?"_

Beliau menjawab:

_"Suami memberinya makan ketika ia makan, memberi pakaian ketika ia mengenakan pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menjelekkannya, tidak pula memboikotnya kecuali di dalam rumah saja"._ (Hadits Shahih).

��Di antara HAK SUAMI atas istrinya adalah

1⃣ Isteri menaati suami dalam perkara yang ma'ruf,
2⃣ Isteri selalu menemaninya di rumahnya,
3⃣ tidak berpuasa sunnah kecuali dengan seizin sang suami,
4⃣ tidak memasukkan seorangpun ke dalam rumah kecuali dengan seizinnya pula,
5⃣ tidak keluar rumah kecuali atas izin suaminya,
6⃣ mensyukuri nikmat yang diberikan suami kepadanya,
7⃣ tidak mengkufuri nikmat tersebut,
8⃣ mengatur rumah dan menyiapkannya untuk sang suami,
9⃣ menyiapkan sarana-sarana ma'isyah (pekerjaan, pen) yang diridhai,
�� menjaga suami dalam agama, harta, dan kehormatannya.

Rasulullah _shalallahu alaihi wa sallam_ bersabda:

أَيُّمَا اِمْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتْ الجَنَّةَ

_"Wanita manapun yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya, maka ia akan masuk ke dalam Jannah"._ (Hadits Shahih).
....................................

�� Dikutip dari khutbah Jum'at asy-Syaikh Abdullah al-Bukhari _hafizhahullah_ yang bertema "Husnu al-'Isyroh az-Zaujiyah"

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

larangan menunduk kepala saat salam

==========================
⚠⛔ *HUKUM MENGANGGUKKAN (MENUNDUKKAN) KEPALA KETIKA SALAM (MENYAPA)*
==========================

Pertanyaan kedua dari fatwa no.6779 :
*“Apa hukum menganggukkan (menundukkan) kepala ketika salam (menyapa)?”*

Jawaban Lajnah Daimah (Komite Fatwa Saudy Arabia),
*```“Seorang muslim tidak boleh menganggukkan (menundukkan) kepalanya sebagai bentuk penghormatan, baik kepada sesama muslim apalagi kepada orang kafir.```*

*```Perkara ini dilarang karena dua pertimbangan:```*

*```a. Hal itu adalah perbuatan yang biasa dilakukan oleh orang-orang kafir kepada para pembesar mereka,```*
*```b. Perbuatan tersebut menyerupai gerakan ruku’, sedangkan ruku’ adalah penghormatan dan pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali hanya untuk Allah”```*

Fatwa ini ditandatangani oleh:

- Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz sebagai ketua Lajnah Daimah,
- Asy Syaikh Abdurrazaq Afifi sebagai wakil ketua,
- Asy Syaikh Abdullah bin Ghadayan,
- Asy Syaikh Abdullah bin Qaud masing-masing sebagai anggota.
-------------------------------
السؤال الثاني من الفتوى رقم ( 6779 )
س 2 : *ما حكم انحناء الرأس لمسلم عند التحية؟*

ج 2 : *لا يجوز لمسلم أن يحني رأسه للتحية ، سواء كـان ذلك لمسلم أو كـافر*؛
لأنه من فعل الأعاجم لعظمـائهم ، ولأنه شبيه بالركوع ، والركوع تحية وإعظاما لا يكون إلا لله

وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عبد العزيز بن عبد الله بن باز الرئيس
عبد الرزاق عفيفي نائب الرئيس
عبد الله بن غديان عضو
عبد الله بن قعود عضو

فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
المجموعة الأولى المجلد السادس والعشرون
(كتاب الجامع 3)
انحناء الرأس عند التحية

Fatwa ini bisa dibaca di buku Fatawa Lajnah Daimah seri 1  jilid 26 setelah Kitabul Jami’.

�� Sumber: Fatwa Al Lajnah Ad Daimah.

Cat: diantara bukti hal tsb menyerupai gerakan ruku’ yakni ketika seseorang dlm keadaan sakit dan hanya mampu sholat dgn isyarat maka diantara tata cara ruku' dan sujud dgn isyarat adalah dgn menganggukkan / menundukkan kepala.

==========================
  �� *Tim WA-Media Ta'allum* ��
==========================

jangan ambil dari mereka

⚠ *JANGAN AMBIL ILMU DARI MEREKA*

*Daftar Da'i Hizbiyun bergeser ke Ikhwanul Muslimun , Sururiyyun, dan Pengikut Ali Hasan Al Halaby*

❌⛔�� *INGATKAN KELUARGA AGAR TIDAK. AMBIL ILMU DARI MEREKA*

Mengajarkan dakwah Jamaah Tabligh tak apa apa (duat Wesal TV) Ihya Athurots , musik tak apa apa , bermudah mudahan dengan Photo dan gambar, ...

1. Abu Unaisah 'Abdul Hakim bin Amir Abdat. (Jakarta)

2. Abu Fat-hi Yazid bin 'Abdul Qadir Jawas. (Bogor)

3.  Abu 'Abdil Muhsin Firanda, MA. al Kadzaab (Madinah An-Nabawiyyah)

4. 'Abdullah Zaen, MA. (Purbalingga)

5. Abu Ahmad Zainal Abidin Syamsudin, Lc. (Jakarta)

6. 'Abdullah Roy, MA. (Madinah An-Nabawiyyah)

7. Dr. Muhammad Arifin Badri, MA. (Jember)

8. Dr. Syafiq Reza Basalamah, MA. (Jember)

9. Dr. Khalid Basalamah, MA.

10. Dr. Erwandi Tarmizi, MA.

11. Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA. (Padang)

12. Muhammad Elvi Syam, MA. (Padang)

13. 'Abdullah Taslim, MA.

14. Abu Yahya Badrussalam, Lc. (Cileungsi - Bogor)

15. Abu Haidar As-Sundawy. (Bandung)

16. Abu Qatadah. (Tasikmalaya)

17. Abu Ihsan Al-Maidani. (Medan)

18. Ahmad Sabiq, Lc.

19. Aris Munandar, MA. (Jogjakarta)

20.  Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. (Jogjakarta)

21. Riyadh Bajrey, Lc. (Jogjakarta)

22. Abu Sa'ad Nurhuda, MA. (Jogjakarta)

23. Afifi 'Abdul Wadud, BA. (Jogjakarta)

24. Zaid Sutanto, Lc. (Jogjakarta)

25. Ammi Nur Baits, ST., BA. (Jogjakarta)

26. Arifin Riddin, Lc. (Jogjakarta)

27. Arman Amri, Lc.

28. Dzulqarnain Al-Makassari. (Makassar)

29. Ahmad Zainuddin, Lc. (Banjarmasin)

30. Sofyan Chalid Idham Ruray.

31. Aunur Rofiq Ghufron, Lc. (Gresik)

32. Fakhruddin Nu'man, Lc. (Pandeglang - Banten)

33. Abu 'Abdillah Syahrul Fatwa. (Pandeglang - Banten)

34. 'Abdurrahman Ayyub. (Tangerang)

35. Firdaus Sanusi, MA.

36. Jazuli, Lc. (Jakarta)

37. Khalid Syamhudi, Lc.

38. Subhan Bawazier, Lc.

39. Muhammad Nuzul Dzikri, Lc.

40. Dr. Muhammad Nur Ihsan, MA.

41. Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.

42. Maududi 'Abdullah, Lc. (Pekanbaru)

43. Yulian Purnama, Lc.

44. dr. Raehanul Bahrean.

45. Habib Salim Al-Muhdhor, MA.

46. Abu Zubeir al-Hawary, Lc. (Pekanbaru)

47. Anas Burhanuddin, MA.

48. Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawy.

49. Aan Chandra, Lc.

50. Fariq Gasim Anuz, Lc.

51. Abul Jauzaa' (Dony Arif Wibowo).

52. Arif Fathul Ulum, Lc.

53.  'Abdurrahman al-Buthoni.

54. Abu Isma'il Muslim al-Atsari.

55. Ja'far Shalih. (Jakarta)

56. La Ode Abu Hanafi dan Musa Hafizh Cilik Indonesia.

57. Muhammad Sholeh Hadrami

58. Muhammad Mundzir (Bandung)

58. Syuhada Al-Iskandar (Bandung)

59. Ayyub Abu Ayyub (Depok)

60. Abdul Bar

61. Hannan Hosein Bahannan

62. Saifuddin Zuhri, Lc

63. Akhmad Yuswaji, Lc

64. Jauhari, Lc (grenjeng)

����dan lain-lain yang sejalan dengan mereka.

⛔️SARANA DAKWAH MEREKA:⛔️

JAMAAH TV .

1. RODJA TV.  (Cileungsi - Bogor)
2. SURAU TV (Padang)
3. AHSAN TV (Cibitung - Bekasi)
4. INSAN TV
5. WESAL TV
6. SALAM TV
7. NIAGA TV
8. YUFID TV
9. BUNAYYA TV

����*dan yang lainnya yg semisalnya, yg berjalan bersama mereka...*

⚡Semoga informasi ini bermanfaat.����

sukur nya 2 mata

����  BENTUK SUKURNYA KEDUA MATA ..

��Berkata ibnul Qoyyim- rohimahulloh : 

"Seorang bertanya kepada abu hazim : apa bentuk syukurnya kedua mata , waha abu hazim?
��Berkata abu hazim:

" Jika engkau melihat kebaikan dengan kedua matamu , maka engkau memberitahu kebaikan tersebut ( kpd orang lain ),
Dan jika engkau melihat suatu kejelekan dengan kedua matamu maka engkau menutupinya (menyembunyikan kejelekan tersebut )
��[ Uddatush Shabiriin (221) ]

facebook

*�� ��NASEHAT BAGI SALAFIYAH PENGGUNA FACEBOOK*

✒ Bersama: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad As-Sarbini hafizhahullah

☑ Pertanyaan: Untuk asaatidzuna al kiraam yang ada di forum ini dan mempunyai waktu luang, kami harapkan untuk memberikan jawaban, arahan serta nasehatnya. Baarakallaahu fiikum.

�� Tolong pertegas lagi nasehat dari Ulama kita, juga dari Asatidzah kita terkait dengan ikhwan dan akhawaat juga ummahaat yang masih berkecimpung di dunia Facebook, didapati fakta dan kenyataan disana bahwa banyak dari mereka saling menjalin pertemanan antara Laki-laki dan Perempuan dan ��tidak menutupi kemungkinan ada di antara mereka saling ngobrol melalui fasilitas Pesan Pribadi, kemudian terjadi fitnah selanjutnya yang lebih parah.

✨Sebagaimana telah kita ketahui bersama juga bahwa TELAH banyak tersebar Audio rekaman dari Asatidzah kita bahkan juga dari sebagian Masyaikh kita yang telah memperingatkan dari bahaya Facebook. ♨ Tapi MASIH JUGA di dapati disana banyak dari ikhwaanuna dan juga akhawaatuna yang masih EKSIS di jejaring sosial tersebut, wallaahul musta’an.. dan apabila di sampaikan nasehat-nasehat dari asatidzah kita, mereka menjawab dengan berbagai alasan yang banyak, ini di antaranya :

⏩ Ana dengan facebook, hanya untuk sarana menyebarkan dakwah dengan memposting faedah-faedah ilmu dan selama niat ana baik dan bener ANA RASA tidak masalah!  ini alasan terbanyak dari kalangan facebooker yang sudah ngaji (katanya).

⏩ Ana di facebook, tapi ana membatasi pertemanan (khusus ikhwan atau khusus akhwat).

⏩ Ana di faceebok untuk mempromosikan barang dagangan ana atau alasan yang sejenis.

⏩ Ana di facebook, untuk berkomunikasi sesama ikhwah salafy, juga untuk mendapatkan info ta’lim, dauroh dan lain-lain.

�� Dan masih banyak alasan-alasan lain yang pada intinya agar mereka tetap ber-Facebook dan enggan mengikuti arahan Ulama dan Asatidzah kita.

Lantas bagaimana cara untuk memberikan nasehat secara benar dan hikmah untuk mereka. Bagaimana juga menjawab alasan mereka yang mengedepankan AKAL.

�� Akhirnya keberadaan mereka di Facebook tadi menjadi bahan celaan kaum sururiyyin pada sebagian salafiyyin yang masih bermain Facebook.. Kalian kenapa masih facebook-an, bukankah ustadz kalian sudah di nasehati untuk meninggalkan facebook❓

☝Kami tunggu arahan serta nasehatnya ustaadz. Untuk kebaikan segala urusan Kami Salafiyyin, baik urusan dunia dan terlebih urusan Agama Kami.

Jazaakumullaahu khairan wa Baarakallaahu fiikum

✅ Jawab:
Masalah mereka yang sudah mendengar nasehat tetapi tetap main Facebook, kita tidak bisa berbuat apa-apa selain nasehat. Hal ini berkaitan dengan SYAHWAT, jika ada yang terfitnah setelah itu

فلا يلومن إلا نفسه

�� Maka jangan mencela selain dirinya sendiri.

Wallahul musta’an.

�� Sumber: http://salafymakassar.net/?p=612

Rabu, 27 April 2016

King salman bin abdul aziZ

������ ALLAHU AKBAR!!... INILAH SOSOK PANGERAN MUDA NEGERI TAUHID DAN SUNNAH
....................................

���� Sejak awal didirikannya, Kerajaan Saudi Arabia merupakan negara yang menegakkan, mendakwahkan, dan membela Tauhid dan Sunnah.
�� Berkat taufiq dari Allah, negeri tersebut dipimpin oleh para raja yang komitmen di atas asas al-Qur'an dan as-Sunnah di atas paham Salaful Ummah.

�� Di antaranya sebagaimana dikatakan oleh Raja 'Abdul 'Aziz — rahimahullah —
dalam pidatonya di Mina pada tahun 1365 H,
"Aku adalah SEORANG SALAFY. Aqidahku adalah Salafiyyah, yang aku berjalan berdasarkan konsekuensinya,  di atas al-Qur'an dan as-Sunnah."

�� Raja 'Abdul 'Aziz juga mengatakan,
"Sesungguhnya KAMI ADALAH SALAFIYYUN,  yang senantiasa menjaga agama kami.
Kami mengikuti Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya."
(dari Harian "Ummul Qura", edisi tahun 1365 H)

⛵ Demikian pula Raja Salman bin 'Abdul 'Aziz — hafizhahullah — menegaskan dalam Pidato Kerajaan Tahunan 12 - 3 - 1437 H / 23 Desember 2015 M
"Negara kalian (Kerajaan Saudi Arabia) tegak di atas :
�� Kitabullah, dan
�� Sunnah Rasul-Nya
���� Serta mendapat kemuliaan memberikan pelayanan kepada Haramain (Makkah dan Madinah) dan para para pengunjungnya (jama'ah haji dan umrah)."

���� Para raja tersebut juga mendidik dan menanamkan semangat jihad dan perjuangan kepada putra-putranya yang bakal melanjutkan amanah memimpin negeri Islam yang mulia, yang bermisi utama tegaknya Tauhid dan Sunnah di muka bumi.

Semoga Allah menjaga para raja Saudi dan keluarganya agar senantiasa kokoh membela Tauhid dan Sunnah. Serta menjaganya dari berbagai makar musuh-musuh Islam dan Muslimin.

☀ Termasuk sang Deputi (Wakil) Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman hafizhahullah (semoga Allah menjaganya), putra dari Raja Salman.

�� Pada usia masih sangat muda 30 tahun, namun perannya sangat besar. Para diplomat pun menjulukinya “Mr Everything”.

�� Julukan itu diberikan karena Muhammad telah memegang berbagai peran yang tidak lazim untuk orang muda seusianya. Tentu saja kemampuan yang ada pada Muhammad tidak lain berkat karunia dari Allah 'Azza wa Jalla.

Saat ini, al-Amir Muhammad bin Salman menjabat sebagai
�� Wakil Perdana Menteri Kedua,
�� Menteri Pertahanan, 
�� Ketua Mahkamah Kerajaan, dan
��Penasihat Khusus Pelayan Dua UrusanTanah Suci. 

���� Pada tanggal 10 Rajab 1436 H (atau 29 April 2015 M) Muhammad ditunjuk sebagai Deputi (Wakil) Putra Mahkota oleh Raja Salman, sang ayahandanya. 

�� Muhammad juga menjabat sebagi Ketua Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan.

���� Dalam konteks tugas ini, dengan rahmat dan taufiq dari Allah, Muhammad berhasil merumuskan visi Arab Saudi 2030. Yang kemudian disetujui oleh sidang dewan kabinet Arab Saudi, Senin 17 Rajab 1437 H (25/4/2016).

�� Visi yang dirancang Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan itu diarahkan untuk melepaskan Arab Saudi dari ketergantung pada minyak di tahun 2030.

�� Muhammad berada di balik reformasi atau estrukturisasi ekonomi. Peran menonjol itu menjadikan dia terbilang di dalam daftar tokoh-tokoh paling berpengaruh di Arab Saudi. Demikianlah Allah Ta'ala memberikan kelebihan pada pangeran muda ini.

⚖ Pangeran Muhammad, juga berperan dalam urusan militer. Hal itu karena jabatannya sebagai Menteri Pertahanan. Dalam operasi militer "Ashifatul Hazm" jihad membersihkan Syi'ah Hutsi di Yaman beberapa waktu lalu, beliau pun punya andil yang tidak sedikit.

���� Muhammad juga memimpin perusahaan minyak negara, Aramco.

⏲�� Salah satu sumber menyebutkan, bahwa sang pangeran bekerja 16 jam sehari.
Pada Senin 17 Rajab 1437 H kemarin (25/4/2016), ia berdiri di depan wartawan, dan umumnya wartawan asing. Ia melayani dengan baik semua pertanyaan pekerja media dalam waktu setidaknya 50 menit.

��⚔ Semoga Allah senantiasa melindungi Kerajaan Saudi Arabia,  serta menjaga para pimpinannya :
▫ Raja Salman bin 'Abdul 'Aziz
▫ Putra Mahkota Muhammad bin Nayef
▫ Deputi Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
�� http://manhajul-anbiya.net